7 Kebiasaan Negatif Ini Menandakan Kecerdasan - Tidak jarang kebiasaan buruk seperti melamun atau menunda pekerjaan dianggap negatif oleh orang lain. Tapi sains justru berkata sebaliknya.
Dalam sebuah wawancara dengan Rachel Gillett, Grant memberi contoh nyata tentang peran penting yang dimainkan oleh Steve Jobs dalam mendirikan Apple. "Steve Jobs telah mengesampingkan berbagai kemungkinan yang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir. Hingga akhirnya ia memilih yang paling konvensional, yang paling jelas, dan paling akrab untuk masyarakat," kata Grant.
Nah, jujur kebiasaan buruk apa yang sering lo lakukan? Mager? Suka melamun atau suka dengan keberantakan meja kerja? Kalau lo punya salah satu kebiasaan buruk diatas, tenang aja guys. Sains mengatakan bahwa kebiasaan buruk itu tanda bahwa kita cerdas dan hal itu baik untuk tubuh.
Apakah Anda ingin tahu kebiasaan buruk apa yang kita miliki dan menunjukkan bahwa kita pintar? yuk simak.
1. Menunda
Banyak literatur telah menjelaskan mengapa orang suka menunda pekerjaan dan menemukan cara untuk menghentikannya. Namun, Profesor Wharton dan Adam Grant percaya bahwa menunda tidak selalu berarti malas. Penunda waktu kadang menunggu saat yang tepat. Mereka berpendapat bahwa menunda dapat menaikkan kreativitas gara-gara perihal ini menambahkan peluang terhadap diri untuk mengembangkan ide.
Dalam sebuah wawancara dengan Rachel Gillett, Grant memberi contoh nyata tentang peran penting yang dimainkan oleh Steve Jobs dalam mendirikan Apple. "Steve Jobs telah mengesampingkan berbagai kemungkinan yang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir. Hingga akhirnya ia memilih yang paling konvensional, yang paling jelas, dan paling akrab untuk masyarakat," kata Grant.
2. Mengigit Kuku
Sebuah penelitian pernah mengamati seribu anak sejak masih berusia 5 tahun. Saat usia anak 5, 7, 8, dan 11 tahun, peneliti bertanya pada orangtuanya apakah anak mereka lebih suka menggigit kuku atau mengisap jempol. Ada tiga kelompok yang ditemukan, yakni kelompok pengisap jempol, penggigit kuku, dan anak yang memiliki kebiasaan keduanya. Saat anak-anak sudah berusia 13 dan 32 tahun, para peneliti melakukan tes alergi. Akibatnya, kelompok yang suka menggigit kuku atau mengisap jempolnya cenderung tidak memiliki alergi.3. Terlambat
Orang yang suka datang terlambat nggak jarang dicap sebagai orang yang nggak disiplin atau nggak memiliki sopan santun. Namun, sebuah laporan yang diproklamirkan oleh New York Times mengatakan sesuatu yang lain.
"Banyak orang terlambat cenderung menjadi optimistis dan tidak realistis. Hal ini dapat memengaruhi persepsi mereka terhadap waktu. Mereka benar-benar percaya, mereka bisa berlari untuk melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu 1 jam.Seperti mengambil pakaian di binatu, membeli bahan makanan, dan mengantar anak-anak ke sekolah," kata Diana DeLonzor, pengarang buku Never Be Late Again.
Dengan kata lain, orang-orang yang suka datang terlambat menghendaki mampu melaksanakan yang terbaik.
4. Mengeluh
Menurut psikolog, ada cara yang baik untuk mengeluh tanpa merugikan orang lain.
"Keluhan yang efektif adalah mengeluhkan masalah yang dapat diperbaiki dan ditujukan pada seseorang yang punya kekuatan untuk memperbaikinya," kata Guy Winch.
Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengeluh. Pertama, hindari mengeluh bahwa pendengar tidak bertindak defensif. Kedua, sampaikan keluhan dengan cara bersahabat.
5. Mengunyah permen karet
Mengunyah permen karet untuk berbicara dengan orang lain memang kasar. Namun, melakukannya sendiri bisa menjadi kunci produktivitas dan relaksasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu Anda merasa lebih waspada.
Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengunyah permen karet memiliki tes kecerdasan yang lebih baik daripada mereka yang tidak mengunyah.
Studi lain menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi tingkat kortisol, hormon stres.
Studi lain menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi tingkat kortisol, hormon stres.
6. Gelisah
Gelisah yang ditandai dengan mengetuk kaki atau menggoyangkan jari tangan selagi duduk di meja ternyata mampu berdampak baik untuk kesehatan.
Satu studi menemukan bahwa wanita yang lebih cemas di tempat kerja lebih kecil kemungkinannya meninggal daripada wanita yang tidak pernah gugup.
Bahkan, kecemasan dapat memengaruhi hubungan antara duduk di kursi untuk waktu yang lama dan kematian.
7. Melamun
Pada 2010, para ahli menerbitkan beberapa temuan menarik yang menunjukkan bahwa melamun selama beberapa menit dapat membuat seseorang lebih produktif dan kreatif.
Sebagai contoh, penelitian yang dipublikasikan di The Harvard Business Review menemukan bahwa melamun selama 12 menit saat mengerjakan tugas yang sulit dapat membantu peserta menemukan solusi.
Nah, itulah artikel 7 Kebiasaan Negatif Menandakan Kecerdasan, semoga berm



0 Comments